Kamis, 02 Januari 2014

Wonderful Hukurila

Ambon, kedua kalinya dinas ke kota ini, tetapi kali ini ada yang berbeda. Iya, kali ini saya sudah mengantongi lisensi menyelam dan saya memutuskan berakngkat lebih dulu dari anggota tim kerja yang lain.
Sebelum berangkat saya sudah lebih dulu mencari informasi mengenai titik-titik penyelaman yang menarik di Ambon, dan Hukurila menjadi pilihan saya. Untuk melakukan penyelaman tersebut saya menghubungi  pihak Pari Diver yang nomer kontaknya saya dapat di internet. Karena saya hanya sendiri, biayanya  menjadi sangat mahal. Saya kemudian meminta bantuan teman saya disana, Eko a.k.a Gokong, untuk mencarikan informasi lain mengenai biaya menyelam dari kenalannya. Hingga pada akhirnya saya tau bahwa orang yang saya hubungi dan dihubungi Gokong adalah orang yang sama, yaitu Pak Pieter Moein dari Pari Diver. Setelah bernegoisasi dengan sedikit mengiba akhirnya dicapai kesepakatan yangtetap saja mahal untuk saya pribadi. Tapi kesempatan menyelam di spot terbaik di Ambon ini tidak akan saya lewatkan hanya karena harga.

Pada hari penyelaman saya pun berangkat menuju kedian Pak Moein dengan diantar oleh Romez. Sampai disana ternyata semua alat sudah disiapkan dan langsung berangkat, dan ada teman Pak Moein yang turut serta yaitu Yakub, warganegara Ceko yang sudah beberapa bulan tinggal dan bekerja di Maluku. Hanya butuh waktu 1 jam untuk sampai di desa hukurila dan kami pun segera turun untuk penyelaman pertama.  Menuju lokasi penyelaman pertama kami menggunakan perahu mesin warga setempat yang memang sudah sering digunakan oleh para penyelam yang ke tempat itu. Hanya berjarak 15 menit dari bibir pantai. Lokasi penyelaman pertama berupa tebing yang memiliki lubang yang saling terhubung seperti labirin mini. Disini saya menemukan bahwa komposisi karang di Hukurila lebih beragam dan lebih menarik daripada yang ada di Jayapura tetapi jumlah ikannya sangat sedikit. Mengenai penghuninya saya tidak bisa menjelaskan karena gak ngerti juga ngejelasinnya. Cuma bisa menikmat dan foto-foto tentunya.
Selesai penyelaman pertama saya merasa sangat pusing sehingga kami beristirahat 2 jam sebelum penyelaman kedua.  Pusing yang saya alami kemungkinan karena saya terlalu banyak menahan napas karena ingin menghemat oksigen yang mana hal tersebut  sangat  tidak boleh dilakukan. Ditambah sebelum menyelam saya mengkonsumsi vitamin. Hal itu juga mempengaruhi kondisi fisik ternyata.
Setelah merasa cukup pulih kami pun bergerak dengan perahu kembali menuju lokasi penyelaman kedua. Lokasi kedua merupakan gugusan karang yang datar, dan jumlah ikannya relatif lebih banyak dan beragam dibanding lokasi pertama. Tetapi apa daya kepala saya kembali merasakan pusing yang sangat berat sehingga saya meminta untuk segera naik dan menyudahi penyelaman. Sangat disayangkan memang, tetapi saya tidak ingin memaksakan diri karena masih ada lain waktu, semoga saja sampai saat itu tempat ini belum dirusak oleh tangan-tangan nakal tak bertanggungjawab.

Selagi Pak Moein dan krunya membereskan peralatan menyelam kami, saya  menyempatkan diri untuk tidur di atas be
batuan pantai yang hangat sambil menikmati suara deburan ombak dan sejuknya angin pantai. Setelah beres kami pun kembali ke rumah Pak Moein . Disitu saya bersistirahat sebentar sembari menunggu untuk mendapatkan copy-an foto-foto penyelaman saya tadi. Penyelaman sudah dilakukan, foto-foto sudah di tangan, dan saya pun berpamitan dengan  Pak Moein semoga bertemu di kesempatan menyelam berikutnya.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar