![]() | |
| Abang, Ano, Awak, Edo Hamadi |
Selain untuk trasportasi, perahu juga mereka pakai untuk pergi memancing atau menjaring ikan.
Ada tinggal keluarga Hamadi yang seorang anaknya, Edo Hamadi, adalah pegawai di direktorat tempat awak kerja. nah, keluarga bang Edo ni punya perahu mesin, dan punya jaring ikan yang biasa mereka pakai menjaring. Sebelum awak datang ke Jayapura ini, kawan-kawan kantor sering minta pergi menjaring ikan kepada bang Edo Hamadi, dan bang Edo pun memfasilitasi mereka serta mengerahkan saudara-saudaranya untuk membantu penjaringan. (karna yang lain memang gak paham soal menjaring ikan, dan tujuan utama ya buat penyegaran jiwa dan pikiran aja).
Pas hari Jumat tanggal 2 nopember lalu awak berkesempatan ikut penjaringan ikan sama mereka. Perkiraan awak kalo menjaring ikan itu berarti ke tengah laut,,semangatlah awak. ternyata oh ternyata,,,,,
***MENJARING MANIA***
Persiapan menjaring ikan :
- yang rombongan awak ganti baju untuk basah-basahan
- yang keluarganya bang edo nyiapin jaring ke perahu.
- udah itu aja, padahal kalo mau lebih maknyos ya bawa termos isi kopi ato teh, ato dua termos sekalian isinya kopi dan teh.
Berangkatnya dari rumahnya bang Edo, jumlah kami total dua belas(12) orang. laki-laki semua. sudah jam 11 malam kayaknya.
menuju titik penjaringan, malam dingin, langit purnama bertabur bintang, di kejauhan terlihat kerlap-kerlip lampu kota Jayapura. Mantap Jaya dah!!!!
sekitar 20 menit berperahu mesin sampailah kami di titik penjaringan pertama, ternyata di pinggir pantai. awak kira ke tengah laut, ternyata tidak.
![]() |
| Lagi menggulung jaring langsung ke perahu |
- kami dibagi dua (2) tim, yang pertama tim darat, yang kedua tim perahu.
- tim darat turun ke pantai sambil menahan satu ujung tali jaring yang panjang jaringnya hampir 300meter.
- tim perahu bergerak perlahan dengan perahu menyusuri pinggir pantai sekitar 20meter dari pantai sambil menurunkan jaring. (kalo secara kasar ya macam busur gitulah pergerakannya)
- setelah jaring sudah ditutunkan semuanya, tim perahu juga turun ke pantai dan juga menarik ujung tali jaring yang satunya.
- kedua tim sama-sama menarik jaring ke darat secara perlahan dan hati-hati berharap banyak ikan yang terperangkap dan ikut terseret dalam jaring yang kami tarik.
begitu seterusnya kami lakukan sampai 3 kali di 3 titik berbeda. kenapa cuma 3 kali? sebenarnya tenaga masih banya, cuman jari yang tak sanggup lagi menarik tali jaring, akibat gak pakai sarung tangan.
***BAKAR IKAN***
Ikan yang berhasil kami jaring tidak bisa dibilang banyak, tetapi cukup memuaskan kami. Berbagai jenis ikan dan ada juga sejenis cumi yang cukup besar beberapa ekor. Nama-nama ikannya pun awak hampir tak ingat, aneh-aneh , yang awak ingat ya ikan samandar, ikan mubara, dan ikan daun tebu.Pada penjaringan yang kedua, ketika teman yang lain menggulung jaring, awak sempatkan membakar seekor ikan yang awak tak ingat namanya, selesai mereka menggulung jaring ke perahu dan akan berangkat ke titik penjaringan ketiga, ikan yang awak bakar pun udah mantap kayaknya, sambil bawa ikan yang masih panas ditusukan awak lompat ke perahu. Sepanjang perjalanan menuju titik penjaringan ketiga kami berebut menikmati ikan yang awak bakar, rasanya MANTAP KALI BAH!!!! Ikan segar, jaring, dapat, bakar, makan.
![]() |
| Heri Pagayang, Heri kalallembang, Awak |
***MATAHARI TERBIT***
Selagi awak makan matahari terbitnya keliatan mantap kali keknya kalok dipoto, langsung awak jepret-jepret sekelak. Namanya jugak pakek hape, ya potonya standar ajalah, kalok awak ikut potopun ya jadinya siluet karna cahayanya awak belakangi.Pas liat poto yang awak ambil, beghhh,,,,mantap kali cuy,,,menurut awak sih, gak penting jugak apa kata orang, hehehe,
Makin tinggi matahari ya makin biasa aja jadinya. Pulanglah kami ke rumah dengan diantar bang Edo dan adiknya ke dermaga. Sampai di dermaga si Akang sudah bersiap dengan mobil Pak Dasvor untuk membawa kami kembali ke komplek.
Desember nanti katanya musim ikan, dan direncanakan akan bersenang-senang lagi.
Menjaring ikan, mandi berenang tengah malam di laut, makan ikan bakar segar hasil tangkapan sendiri langsung dari laut, tak semuanya bisa. bahkan tak semua orang Jayapura.
Demi apapun!! Jangan pernah lewatkan kesempatan bersenang-senang dengan cara yang sangat sedikit orang dapat melakukannya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar